“Hanyalah yang memakmurkan masjid -masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian , serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah , maka merekalah yang diharapkan termasuk golongan yang orang-orang yang mendapat petunjuk
Masjid dalam Islam dianggap sebagai salah satu sendi utama dalam bangunan masyarakat Islam, baik di masa Rasulullah, di masa sakarang dan sampai di masa yang akan datang. Tanpa masjid bangunan Islam tidak akan berdiri secara benar dan utuh di samping juga dakwah Islam tidak akan berkembang seoptimal mungkin. Tanpa masjid umat Islam tidak akan tertarbiyah secara Islami dan tidak akan mengenal problematika yang dialami oleh muslim lainnya.
Di masa Rasulullah saw, masjid memiliki peranan yang dominan dalam membina masyarakat Islam. Di masjidlah Rasulullah mendidik, menanamkan ukhuwwah, mengenali problematika umat dan sebagainya. Demikian juga di masa Khulafaur Rasyidin dan penguasa-penguasa muslim yang sholeh.
Ketika umat Islam tidak menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat, kaum muslimin akan terbelakang dan dikerubuti musuh-musuhnya. Bahkan negara-negara islam dijajah, ditindas dan dikuras kekayaannya.
Musuh-musuh Islam senantiasa mencari jalan untuk mengurangi peranan masjid dalam membina dan mendidik masyarakat Islam. Macam-macam cara yang diganakannya seperti memasukkan berbagai macam bid’ad dan khurafat dalam masjid, menghilangkan peran masjid sebagai tempat pendidikan dan pengajaran, Masjid dijadikan sebagai tempat sholat berjamaah saja kemudian ditutup rapat dan seterusnya.
Di zaman sekarang ini umat Islam mulai melek dan bangkit dari tidurnya yang lelap. Mereka mulai memperhatikan masjid dan berusaha mengembalikan fungsinya sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat. Namun upaya tersebut belum maksimal. masih banyak umat Islam yang belum menyadari hal tersebut bahkan masih banyak juga pengurus masjid yang belum berusaha optimal untuk mengembalikan fungsi masjid tersebut.
Menyiapkan Pengurus Masjid
Idealnya, sebuah masjid harus memiliki beberapa perangkat yang berperan dalam menangani berbagai kegiatan masjid . Diantara perangkat tersebut adalah :
1. Imam dan khatib masjid
2. Pengajar yang biasa memberikan kuliah dan pelajaran di masjid di samping sebagai pengawas jalannya pengajaran dan pendidikan di masjid.
3. Pengelola perpustakaan masjid
4. Pengelola kegiatan sosial masjid.
5. Pengurus ramaja masjid.
6. Muadzzin dan pengajar hafalan Al Quran
7. Pengawas bidang bantuan kecelakaan.
8. Pekerja yang mangurusi kebersihan dan taman masjid.
Upaya yang harus dilakukan sejak dini adalah menyiapkan imam dan khatib masjid. Kita sering sekali manjumpai khatib atau imam yang kurang baik bacaan Al-Quran-nya sehingga menimbulkan keraguan sah atau tidaknya sholat yang dilakukan.
Khatib dan imam masjid harus memiliki posisi terhormat di masyarakat sesuai dengan peranannya yang senantiasa memberi nasehat dan arahan kepada jamaah. Minimal satu pekan sekali ia menyampaikan pesan-pesan Islam pada khutbah jum’at. Oleh karena itu ia harus mengikuti perkembangan umat Islam dan berbagai problema yang menimpanya sehingga bisa memberikan arahan atau solusi terhadap maslaah yang dihadapi.
Khatib masjid sekarang ini masih banyak yang sekedar memenuhi syarat dan rukun khutbah dan masih belum memperhatikan isi dan pesan yang harus disampaikan kepada jamaah. Bahkan ada khatib yang di mana saja ia berkhutbah materinya sudah instan, tetap dan tak berubah ubah kendatipun masalah yang dihadapi masyarakat amat cepat berubah.
Untuk menyiapkan khatib kita memerlukan beberapa langkah Sebagai berikut.:
1. Memilih khatib dan imam dari mahasiswa muslim yang memiliki kemampuan di bidang keislaman dan memiliki ketakwaan, istiqamah serta kecerdasan.
2. Menyiapkan kurikulum yang cocok untuk mentraining para calon khatib tersebut.
Di antara cakupan kurikulum tersebut adalah :
a. Hafalan beberapa surat dalam Al Quran khususny surat-surat pendek dan mengetahui tafsir dan ilmunya.
b. Mengetahui as Sunnah an nabawiyah dengan baik termasuk dengan ilmu haditsnya
c. Mempelajari fiqh sehingga tidak sebarangan memberikan fatwa hukum kepada jamaah.
d. Mempelajari Sirah nabawiyyah.
e. Mengetahui sejarah pemikiran Islam dan bisa menjelaskan pemikiran islam yang benar sambil memberikan kritik terhadap berbagai pemikiran sesat.
f. Mempelajari berbagai macam alairan dalam Islam dan aliran-aliran yang memusuhi Islam.
g. Studi tentang aliran-aliran politik kontemporer dan mengetahui kelemahan dan kesalahannnya.
h. Studi tentang geograpi dunia Islam.
i. Studi tentang minoritas islam di berbagai negara di dunia.
Mengetahui berbagai problematikan yang dihadapi umat Islam di berbagai dunia sekarang ini.
3. Menyiapkan program praktek khutbah bagi yang telah terpilih dari calon-calon di atas. Praktek ini amat penting sebelum terjun menjadi khatib di masjid-masjid.
4. Memberikan pengetahun sekedarnya tentang ilmu-ilmu modern dan penemuan-penemuan baru yang sudah masuk kerumah-rumah umat Islam.
Kepribadian Pengurus Masjid
Orang yang mau meramaikan masjid adalah muslim yang meiliki beberapa kriteria yang diungkapkan dalam ayat Al Quran:
“Hanyalah yang memakmurkan masjid -masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian , serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah , maka merekalah yang diharapkan termasuk golongan yang orang-orang yang mendapat petunjuk”
(At Taubah 18)
Dari ayat ini kita bisa menarik suatu kesimpulan bahwa orang yang mau meramaikan masjid hanyalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat Sebagai berikut:
1. Beriman kepada Allah dan hari kemudian.
2. Senantiasa menegakkan sholat
3. Senantiasa menunaikan zakat.
4. Tidak takut kepada siapapun selain Allah swt.
Orang-orang yang tidak memiliki ciri-ciri di atas tidak bisa diharapkan untuk meramaikan masjid-masjid Allah , Apalagi orang musyrik yang menyekutukan Tuhan. Mereka tidak akan meramaikan masjid. (lih. At Taubah ayat 17)
Pengurus masjid harus memiliki kepribadian yang mendorong dia tetap memperhatikan masjid dan komitmen untuk mendidik masyarakat . Oleh sebab itu ia tidak cukup memiliki sifat-sifat orang yang meramaikan masjid saja tapi ada beberapa tambahan sifat-sifat dan ketrampilan yang harus dipenuhi oleh pengurus masjid, antara lain:
1. Memiliki sifat-sifat orang yang meramaikan masjid seperti di atas.
2. Memiliki kemampuan menegerial untuk mengelola masjid dengan baik, seperti ketrampilan memimpin, memfungsikan SDM dan ketrampilan mengambil keputusan.
3. Memiliki sifat sebagai da’i atau murabbi (pendidik) seperti : ketakwaan , kasih sayang, sabar, berpengetahuan luas dan seterusnya.
4. Memiliki kemampuan untuk menjadi imam dan khatib . Kalau khatib dan imam yang bertugas berhalangan hadir ia harus mempu menggantikannya.
5. Memiliki sifat-sifat sebagai generasi idaman seperti produktif, membangun masyarakat, Rabbaniyah, ikhlas, Semangat berjihad , kuat, sehat, mulia, tawazun, moderat dalam kebenaran, Senantiasa bertaubat dan sebagainya.
Dengan sifat dan kepribadian tersebut pengurus masjid akan mampu mengelola masjid dengan baik dan mengembalikan masjid kepada fungsinya yang sebenarnya sebagaimana di masa Rasulullah, khulafaurrasyidin dan di masa kejayaan Islam.
Mudah-mudahan makalah ini akan bermanfaat bagi kita semua. Semoga cita-cita masyarakat Muslim Indonesia di Houston untuk dapat mendirikan masjid, memelihara dan memakmurkannya dikabulkan oleh Allah SWT.
Selamat berjuang dalam syiar, pendidikan dan dakwah Islam.
Jakarta, Indonesia.
Achmad Satori
[Artikel ini ditulis khusus sebagai dukungan penuh atas niat dan usaha Masyarakat Muslim Indonesia di Houston untuk membangun Masjid di Houston, Texas]
